Minggu, 22 Januari 2017

4. Tanpa menyebutkan namanya, coba ceritakan bagaimana pertemuan pertamamu dengan si dia

Udah lupa tuh ..hahaha
Hmm ..lets we throw back to the past ..it's about 10 years ago.
Mata menerawang jauh, mencoba masuk kembali kelubang kenangan itu, lubang yang sudah di tutup rapat-rapat agar aura rasa penasarannya tak pernah lagi singgah.

=====

Waktu itu, warna langit tak seperti hari-hari kemarin dimana ada perpaduan warna oranye yang ditutupi awan gelap menggantung di tepian langit. Sore itu, warna langit terlihat begi muram, seakan siap kapanpun menumpahkan butiran-butiran air yang telah lama di tampungnya. Angin dingin bertiup lebih kencang tiap kali ada kendaraan yang lewat dan mengibarkan kerudung putihku kala itu.
Tinggal beberapa orang siswa saja yang masih bertahan di pinggiran jalan menanti angkutan umum untuk pulang, ada yang saling bercandaa atau bercengkrama membahas sedikit pelajaran dikelas tadi, dan banyak menceritakan kelakuan bodoh yang tadi terjadi disekolah.
Waktu itu masih jamannya mp3, saat itu aku sedang menunggu angkot yang buasa aku tumpang, sambil mendengarkan beberapa lagu yang saat itu sedang hits di eranya. Dengan meng-copy paste lagu yang di download ke sd card lalu dimasukkan dan di play di mp3 kotak kecil berwarna biru tua.
Setelah hampir 15 menunggu, akhirnya mobil berwarna hijau pudar itu pun datang, dan aku naik. Sepi penumpang, supir angkot memutar lagu dari player di samping kemudinya, dengan sangat terpaksa aku mematikan mp3 dan ikut menikmati lagu yang di suguhkan.
Saat itu penumpangnya hanya ada 5 orang termasuk aku, ada seorang bapak-bapak beseragam satpam yang duduk tepat dibelakan supir, lalu seorang ibu muda dan anaknya yang duduk yang sedang duduk setelah bapak seragam satpam dan soeorang anak laki-laki dengan seragam SMA yang duduk di pojik angkot di bangku untuk 5 orang.
Setelah berjalan cukup jauh, penumpang lain sudah pada turun di tujuannya. Tersisa hanya aku dan anak-anak laki-laki di pojokan itu. Si supir menepti berkata :
"Maaf dek, abang mau puter balik aja, mau pulang, udah malem soalnya." Itu perintah mutlah secara tidak langsung yang memerintahkan untuk segera penumpang pindah angkot.
Aku hanya pasrah, tapi entah kenapa aku malah bertukar tatapan dengan laki-laki berseragama SMA itu. Akhirnya kami berdua turun. Saat itu adzan maghrib sudah berkumandang, langit malampun menyapa dengan gemerlapnya lampu-lampu kendaraan yang berlalu lalang. Aku sibuk dengan hp jadul keluaran terbaru yang ternayat low batt.
"Gak ada angkot lagi, ya?". Suara dari samping kiriku membuyarkan segala pemikiranku tentang "bagaimana cara minta jemput sama orang rumah disana tanpa menghubungi mereka?"
Alu menoleh kearahnya lalu mengangguk.
Dia tersenyum. "Angkotnya jarang, yakk " katanya lagi.
"He ehh.." jawabku agak malas berbicara sama 'orang asing'.
"Rumahnya dimana?" Tanya dia
Aku kembali menoleh untuk melihat wajahnya, dan dia malah tersenyum ramah.
"Daerah X." Jawabku. "Elu kemana?"
Dia senyum lagi, ada lesung pipinya.
"Daerah J, kalo mau ke X harus nyebrang donk." Katanya sambil nunjuk kearah seberang jalan. Aku mengangguk membenarkan.
"Nunggu agak sepi aja nyebrangnya!"
Dia tertawa. "Bilang aja gak bisa nyeberang. Haha"
"Bisa kok, ntar aja!" Aku keukeuh. Sambil mengayuhkan tangannya mengisyaratkan aku untuk mengikutinya, lalu mulai melangkah ke jalan raya dan menghentikan beberapa kendaraan yang melintas. Aku hanya mengekor di belakangnya.
Setelah sampai di seberang rasanya aku enggan bilang 'terima kasih' dia terus tersenyum selama menyeberang tadi. Mau ngeledek, ya ? Hahaha
"Sekolah di SMA 123, ya?" Dia nanya, aku masih menunduk, malas melihat wajahnya. Aku mengangguk samar.
"Gua anak kelas 3 di SMA 10, lu kelas berapa?"
"Kelas 2." Jawabku.
"Ooh .." Responnyam "Gua ikut ekskul basket."
"Ehh iya ..nama lo siapa?" Dia mengulurkan tangannya  dan entah kenapa sekarang kok aku deg-degan yaa pada saat itu.
Kami saling menyebutkan nama masing-masing lalu dia tertawa memamerkan lagi lesung pipi.
"Boleh minta nomor hpnya, gak ?". Semakin deg-degan denger kaya gini.
"Yaahh ..hp nya low, nomornya baru ganti jadi gak hapal. " ini bukan alasan semata tapi ini kejadian nyata yang sumpah sampe detik ini masih aku sesalin banget !!
Mukanya kecewa. "Ohh gitu, yaudah gak apa-apa." Trus diem-dieman. Selang beberapa menit akhirnya dia bilng.
"Eh gua nyeberang lagi, ya ..udah malem, lo pulangnua hati-hati jangan salah naek angkot"
"Oh ...aku agak kaget. "Iya ..." Jawaban pendek yang keluar dari mulutku.
Dia melangkah meninggalkan trotoar.
"Ehh ...makasih. ya.." Aku berteriak, dia menoleh sebelum mengangkat tangannya untuk menghentikan kendaraan dan bisa menyebrangan.
Dia senyum. "Moga kita bisa ketemu lagi, ya" teriaknya ..lalu meyebrang.
Deg-degan makin jadi.
Pas sampe rumah langsung nyesel senyesel-nyeselnnya gara-gara hp low.
Dan penyesalan itu terasa sampe sekarang, karena itu pertemuan perrama dan terakhir sama dia. Sampe sekarang aku belum pernah ketemu dia lagi. Wajahnya ...senyumnya.. masih sangat melekat di mata dan otak, seakan baru kemarin bertemu dengannya .aku sempet nyari alumni sekolah dia per angkatan atau nama, tapi gak pernah ketemu nama itu.
Sampai sekarang aku masih sering berhap bisa bertemu dengannya lagi. Hanya sekedar ingin tau kabarnya.. sekedar ingin menjabat tangannya lagi dan merindukan senyumnya, bolehkah Tuhan?

Apa dia masih mengingatku seperti aku yang selalu terbayang dirinya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Crush (Drama China - 2021)

  Nihaoo..!! Yep, kalo ada sapaan diatas berarti   yang bakal aku bahas adalah tentang perdramachinaan. Hari ini aku mau bahas drama yan...